Akses ke internet lewat saluran telepon belakangan ini banyak dikeluhkan pengguna karena sering sibuk, hubungan tiba-tiba putus dan membengkaknya pulsa telepon. Selain itu sambungan ke internet tidak bisa 24 jam. Cara itu kini dapat diatasi dengan mengakses internet melalui TV kabel. Layanan jasa akses yang disebut I-Direct itu digelar Indosatnet bekerja sama dengan Kabelvision, perusahaan patungan Indonesia-Amerika Serikat penyedia infrastruktur TV kabel. Selain dapat menghadirkan saluran TV mencanegara, ini juga memungkinkan pengambilan data berukuran besar, gambar, dan streaming audio dan video secara live atau langsung dari internet.Sementara ini baru beberapa wilayah seperti Kemang, Pondok Indah, Menteng, Kebayoran Baru dan Lippo Karawaci yang dapat memanfaatkan jaringan ini. Namun dalam waktu dekat I-Direct sudah dapat dikembangkan ke daerah lain termasuk kota-kota besar di Indonesia.
Jaringan TV Kabel dibuat untuk jalur komunikasi data yang lebar. Hal ini mengingat TV Kabel harus melewatkan data gambar bergerak dan suara dengan kualitas tinggi. Jika dugunakan untuk internet dengan ukuran data yang hanya dilewatkan jauh lebih kecil, kita akan mendapatkan akses internet yang sangat cepat.
Biasanya, biaya yang dikeluarkan untuk akses internet dengan TV Kabel marupakan satu paket dengan layanan TV kabelnya. Karena itu, pengguna jaringan TV kabel bebas berinternet tanpa harus menambahkan biaya pengeluaran.
Kelebihan mengakses internet dengan menggunakan jaringan TV Kabel adalah kita dapat mengakses internet setiap saat dan bebas dari gangguan telepon sibuk. Kelemahan dari akses internet dengan jaringan TV Kabel adalah hanya tersedia di kota-kota besar itupun terbatas di daerah-aerah tertentu saja yang dijangkau oleh layanan TV Kabel.
Jaringan TV kabel ini dapat dipakai untuk koneksi ke internet dengan kecepatan maksimum 27Mbps downstream (kecepatan download ke pengguna) dan 2,5Mbps upstream (kecepatan upload dari pengguna). Agar dapat menggunakan modem kabel, komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet (ethernet card).
Untuk bisa mengakses internet dengan menggunakan jaringan TV kabel, yang kita perlukan adalah:
- berlangganan dengan penyedia layanan TV kabel
- Cable Modem dengan DOCSIS system, yaitu modem khusus yang menghubungkan komputer kita dengan internet melalui jaringan TV kabel
- LAN Card/Ethernet Card atau kartu jaringan.
CARA KERJA INTERNET TV KABEL
Internet kabel menggunakan media kabel koaksial sebagai media aksesnya. Asalnya kabel koaksial ini hanya digunakan untuk menyalurkan signal TV saja. Dalam beberapa sistem, kabel koaksial hanya media untuk mendistribusikan sinyal. Di sistem lain, kabel fiber optic ditarik dari perusahaan penyedia layanan TV kabel ke berbagai wilayah utama. Di tempat tersebut kabel fiber optic diubah sinyalnya untuk dialirkan menggunakan kabel koaksial ke rumah-rumah pelanggan. Teknologi yang menggabungkan fiber optik dan kabel koaksial untuk distribusi pelanggan dikenal dengan teknologi HFC (Hybrid Fiber-Coaxial). Teknologi HFC merupakan platform jaringan yang menyediakan tiga saluran sekaligus antara lain saluran TV, akses internet cepat dan telephony.
Bandwidth yang dikirim lewat jaringan TV kabel dibagi menjadi banyak kanal (channel). Lebar tiap kanal dibuat sebesar 6 MHz. Hal ini dikarenakan signal TV menggunakan alokasi frekuensi 6Mhz (standard NTSC) atau 7 atau 8Mhz (standard PAL), untuk disesuaikan dengan bandwidth video standar yang sebesar 4,2 MHz, dan bandwidth HDTV (high definition TV) yang telah dikompresi menjadi 6 MHz. Biasanya tiap kanal digunakan untuk mengirim satu siaran., sehingga dalam satu kabel dapat disalurkan berpuluh siaran TV. Umumnya spektrum frekuensi yang digunakan untuk signal TV berkisar antara 111Mhz – 450 Mhz, padahal kabel koaksial ini mampu membawa frekuensi hingga 1000 Mhz. Jika awalnya semua kanal dipakai untuk mengirim siaran televisi, kini beberapa kanal digunakan untuk akses Internet yaitu menggunakan kanal pada frekuensi yang tidak terpakai yang kemudian digunakan untuk membawa signal data, dan biasanya dibawa pada frekuensi 550 Mhz ke atas.
Beberapa kanal berfungsi sebagai jalur downstream (dari Internet ke pelanggan), dan lainnya berfungsi sebagai jalur upstream (dari pelanggan ke Internet). Lebar bandwidth atau jumlah kanal yang difungsikan untuk downstream lebih sedikit daripada kanal untuk upstream karena kebanyakan pelanggan lebih banyak melakukan download dibanding upload. Traffic yang terjadi pada pelanggan kabel modem umumnya bersifat asimetrik. Trafik downstream bersifat lebih besar daripada trafik upstreamnya, hal ini umum terjadi pada traffic Internet. Trafik downstream memakai besar frekuensi 6 Mhz sehingga bandwidth yang didapat sekitar 27Mbps. Bandwidth sebesar ini dishared (dibagi) bersama-sama dengan pengguna atau pelangan internet TV Kabel lainnya. Sedangkan di sisi upstream, besar frekuensi yang digunakan bervariasi antara 200Khz, 400, Khz, 800 Khz, 1600 Khz, dan 3200 Khz. Apabila 800Khz yang digunakan maka besar bandwidth yang didapat sekitar 2700 Kbps. Hal ini tentu saja mengakibatkan waktu yang dibutuhkan untuk upload (mengirim data dari pengguna ke internet) lebih lama daripada waktu untuk mengirim data dari internet ke pelanggan (download). Untuk transmisi data internet tersebut, baik upstream maupun downstream, satu kanal digunakan bersama-sama oleh seluruh pengguna layanan. Untuk itu bandwidth upstream yang sempit itu dibagi dalam satuan waktu, yaitu dalam milisecond (1/1000 detik), yang mana dalam satuan waktu tersebut seorang pelanggan dapat melakukan sekali “semprot” data ke Internet.
Agar pelanggannya dapat mengakses Internet, operator TV kabel punya dua pilihan. Pilihan pertama adalah membangun dan mengoperasikan sendiri layanan Internetnya. Artinya, si operator berfungsi sebagai broadband server. Ia dapat menyediakan layanan Internet standar, seperti surfing website, e-mail box, dan chatting. Atau layanan lain seperti menyediakan space untuk menyimpan file-file data, audio, dan video milik pelanggan. Dengan cara ini pelanggan tidak perlu lagi berlangganan ISP (Internet Service Provider) lain. Artinya, ia pun tidak punya pilihan ISP lain selain operator TV kabel yang bersangkutan. Pilihan kedua, operator TV kabel bekerja sama dengan ISP lain. Kerja sama ini dalam bentuk lisensi pengoperasian ISP dan bandwidth. Operator dapat bekerja sama dengan satu atau lebih ISP sehingga pelanggan lebih banyak punya pilihan walaupun tetap terbatas. Di Indonesia, dari tiga operator TV kabel, tampaknya baru satu operator yang telah memberikan layanan Internet dalam bentuk kerja sama dengan dua ISP.
Komentar
hmm,,
lagi mewabah ni kayaknya..
-_-